Perbandingan Jepang & Indonesia dalam Berbagai Situasi Apr 21, '08 12:03 AM
for everyone
Mau tau bedanya situasi & kondisi dalam berbagai situasi di Indonesia sama Jepang?
Ini dia sebagian dari hasil riset saya, alias hasil celingak-celinguk kiri-kanan, atas-bawah, depan-belakang pengamatan saya ngeliatin tingkah orang Jepang dan orang Indonesia. Emang sih apa yang saya tulis gak bisa menggambarkan kondisi di seluruh Jepang maupun kondisi di seluruh Indonesia. Karena memang saya belum pernah sampe keliling ke seluruh pelosok Jepang, apalagi keliling Indonesia yang luasnya segede gambreng! Tapi ya lumayanlah buat bahan perenungan.
# KETIKA DI KENDARAAN UMUM #
Japan: orang2 pada baca buku atau tidur.
Indo: orang2 pada ngobrol, ngegosip, ketawa-ketiwi cekikikan, ngelamun, dan tidur.
# KETIKA MAKAN DI KENDARAAN UMUM #
Japan: sampah sisa makanan disimpan ke dalam saku celana atau dimasukkan ke dalam tas, kemudian baru dibuang setelah nemu tong sampah.
Indo: dengan wajah tanpa dosa, sampah sisa makanan dibuang gitu aja di kolong bangku/dilempar ke luar jendela.
# KETIKA DI KELAS #
Japan: yang kosong adalah bangku kuliah paling belakang.
Indo: yang kosong adalah bangku kuliah paling depan.
# KETIKA DOSEN MEMBERIKAN KULIAH #
Japan: semua mahasiswa sunyi senyap mendengarkan dengan serius.
Indo: tengok ke kiri, ada yg ngobrol. tengok ke kanan, ada yg baca komik. tengok ke belakang, pada tidur. cuman barisan depan aja yg anteng dengerin, itu pun karena duduk pas di depan hidung dosen!
# KETIKA DIBERI TUGAS OLEH DOSEN #
Japan: hari itu juga, siang/malemnya langsung nyerbu perpustakaan atau browsing internet buat cari data.
Indo: kalau masih ada hari esok, ngapain dikerjain hari ini!
# KETIKA DI MASJID HENDAK SHALAT JUMAT #
Japan: jamaah berebut duduk di shaf terdepan.
Indo: jamaah berebut nyari tempat PW (Posisi Wuenak) di deket tembok paling belakang biar bisa nyender/di bawah kipas angin biar gak kepanasan & tidurnya nyenyak.
# KETIKA TERLAMBAT MASUK KELAS #
Japan: memohon maaf sambil membungkukkan badan 90 derajat, dan menunjukkan ekspresi malu + menyesal gak akan mengulangi lagi.
Indo: slonong boy & slonong girl masuk gitu aja tanpa bilang permisi ke dosen sama sekali.
# KETIKA NONTON KONSER BAND #
Japan: walau konser band rock cadas sekalipun kayak Dai atau X-Japan, penontonnya tetap tertib & gak anarkis.
Indo: jangankan band rock, konser sekelas band Peter Pan yg lagunya cengeng aja sampe makan korban jiwa!
# KETIKA DI JALAN RAYA #
Japan: mobil sangat jarang (kecuali di kota besar). padahal jepang kan negara produsen mobil terbesar di dunia, mobilnya pada ke mana ya?
Indo: jalanan macet, sampe2 saya susah nyebrang & sering keserempet motor yg jalannya ugal-ugalan.
# KETIKA JAM KANTOR #
Japan: jalanan sepiiiii banget, kayak kota mati.
Indo: PNS pake seragam coklat2 pada keluyuran di mall-mall.
# KETIKA BUANG SAMPAH #
Japan: sampah dibuang sesuai jenisnya. sampah organik dibuang di tempat sampah khusus organik, sampah anorganik dibuang di tempat sampah anorganik.
Indo: mau organik kek, anorganik kek, bangke binatang kek, semuanya tumplek jadi 1 dalam kantong kresek.
# KETIKA BARANG ELEKTRONIK RUSAK #
Japan: langsung dibuang ke tempat sampah atau didaur ulang.
Indo: diservis! sayang kan beli mahal2, mana kreditnya belum lunas lagi!
# KETIKA BERANGKAT KE KAMPUS/SEKOLAH #
Japan: berangkat ke sekolah/kampus naik kereta/bus kota.
Indo: berangkat ke sekolah pake mobil babeh atau yg dibeliin pake duit babeh! tetep aja babeh2 juga...!
# KETIKA BERANGKAT KE KANTOR #
Japan: berangkat naik kereta/bus kota. mobil cuma dipake saat acara keluarga atau yg bersifat mendesak aja.
Indo: gengsi dooonk... masa' naik angkot?!
# KETIKA JANJIAN BERTEMU #
Japan: ting...tong...semuanya datang tepat pada jam yg disepakati.
Indo: salah 1 pihak pasti ada dibiarkan sampai berjamur & berkerak gara2 kelamaan nunggu!
# KETIKA BERJALAN DI PAGI HARI #
Japan: orang2 pada jalan super cepat kayak dikejar doggy, karena khawatir telat ke kantor/sekolah.
Indo: nyantai aja cing...! si boss juga paling datengnya telat!
CATATAN:
bukan bermaksud menjelek-jelekkan bangsa sendiri. saya pun sadar bahwa saya seorang Indonesia. tapi ini hanya sebagai bahan perenungan kita sebagai bangsa yang tentunya tidak mau terus terpuruk. Maju atau mundurnya suatu bangsa itu bukan dikarenakan sumber daya alam atau kecerdasan bangsanya semata, tapi lebih disebabkan oleh ATTITUDEalias sikapnya! bagaimana mau jadi juara kalau bersikap seperti pecundang? bagaimana mau jadi kaya kalau bersikap seperti orang miskin? di balik cerita ini semua, tentunya sangat banyak hal positif bangsa indonesia jika dibandingkan dengan jepang. tapi untuk apa membesar2kan semua itu jika hanya membuat kita besar kepala! terus-menerus dinina bobokan oleh ungkapan bahwa kita ini bangsa besar yg kaya sumber daya alamnya, tapi buktinya? jelas sekali bangsa ini ada masalah besar dalam hal ATTITUDE.
makanya... ayo donk berubah!!! siapa lagi yang akan melakukan perubahan itu jika bukan dimulai oleh kita sendiri?! kapan lagi melakukan perubahan itu jika tidak dimulai sekarang juga?!
Jumat, 23 Oktober 2009
PERBANDINGAN BUDAYA KEBIASAAN JEPANG DAN INDONESIA
Perbandingan Jepang & Indonesia dalam Berbagai Situasi Apr 21, '08 12:03 AM
for everyone
Mau tau bedanya situasi & kondisi dalam berbagai situasi di Indonesia sama Jepang?
Ini dia sebagian dari hasil riset saya, alias hasil celingak-celinguk kiri-kanan, atas-bawah, depan-belakang pengamatan saya ngeliatin tingkah orang Jepang dan orang Indonesia. Emang sih apa yang saya tulis gak bisa menggambarkan kondisi di seluruh Jepang maupun kondisi di seluruh Indonesia. Karena memang saya belum pernah sampe keliling ke seluruh pelosok Jepang, apalagi keliling Indonesia yang luasnya segede gambreng! Tapi ya lumayanlah buat bahan perenungan.
# KETIKA DI KENDARAAN UMUM #
Japan: orang2 pada baca buku atau tidur.
Indo: orang2 pada ngobrol, ngegosip, ketawa-ketiwi cekikikan, ngelamun, dan tidur.
# KETIKA MAKAN DI KENDARAAN UMUM #
Japan: sampah sisa makanan disimpan ke dalam saku celana atau dimasukkan ke dalam tas, kemudian baru dibuang setelah nemu tong sampah.
Indo: dengan wajah tanpa dosa, sampah sisa makanan dibuang gitu aja di kolong bangku/dilempar ke luar jendela.
# KETIKA DI KELAS #
Japan: yang kosong adalah bangku kuliah paling belakang.
Indo: yang kosong adalah bangku kuliah paling depan.
# KETIKA DOSEN MEMBERIKAN KULIAH #
Japan: semua mahasiswa sunyi senyap mendengarkan dengan serius.
Indo: tengok ke kiri, ada yg ngobrol. tengok ke kanan, ada yg baca komik. tengok ke belakang, pada tidur. cuman barisan depan aja yg anteng dengerin, itu pun karena duduk pas di depan hidung dosen!
# KETIKA DIBERI TUGAS OLEH DOSEN #
Japan: hari itu juga, siang/malemnya langsung nyerbu perpustakaan atau browsing internet buat cari data.
Indo: kalau masih ada hari esok, ngapain dikerjain hari ini!
# KETIKA DI MASJID HENDAK SHALAT JUMAT #
Japan: jamaah berebut duduk di shaf terdepan.
Indo: jamaah berebut nyari tempat PW (Posisi Wuenak) di deket tembok paling belakang biar bisa nyender/di bawah kipas angin biar gak kepanasan & tidurnya nyenyak.
# KETIKA TERLAMBAT MASUK KELAS #
Japan: memohon maaf sambil membungkukkan badan 90 derajat, dan menunjukkan ekspresi malu + menyesal gak akan mengulangi lagi.
Indo: slonong boy & slonong girl masuk gitu aja tanpa bilang permisi ke dosen sama sekali.
# KETIKA NONTON KONSER BAND #
Japan: walau konser band rock cadas sekalipun kayak Dai atau X-Japan, penontonnya tetap tertib & gak anarkis.
Indo: jangankan band rock, konser sekelas band Peter Pan yg lagunya cengeng aja sampe makan korban jiwa!
# KETIKA DI JALAN RAYA #
Japan: mobil sangat jarang (kecuali di kota besar). padahal jepang kan negara produsen mobil terbesar di dunia, mobilnya pada ke mana ya?
Indo: jalanan macet, sampe2 saya susah nyebrang & sering keserempet motor yg jalannya ugal-ugalan.
# KETIKA JAM KANTOR #
Japan: jalanan sepiiiii banget, kayak kota mati.
Indo: PNS pake seragam coklat2 pada keluyuran di mall-mall.
# KETIKA BUANG SAMPAH #
Japan: sampah dibuang sesuai jenisnya. sampah organik dibuang di tempat sampah khusus organik, sampah anorganik dibuang di tempat sampah anorganik.
Indo: mau organik kek, anorganik kek, bangke binatang kek, semuanya tumplek jadi 1 dalam kantong kresek.
# KETIKA BARANG ELEKTRONIK RUSAK #
Japan: langsung dibuang ke tempat sampah atau didaur ulang.
Indo: diservis! sayang kan beli mahal2, mana kreditnya belum lunas lagi!
# KETIKA BERANGKAT KE KAMPUS/SEKOLAH #
Japan: berangkat ke sekolah/kampus naik kereta/bus kota.
Indo: berangkat ke sekolah pake mobil babeh atau yg dibeliin pake duit babeh! tetep aja babeh2 juga...!
# KETIKA BERANGKAT KE KANTOR #
Japan: berangkat naik kereta/bus kota. mobil cuma dipake saat acara keluarga atau yg bersifat mendesak aja.
Indo: gengsi dooonk... masa' naik angkot?!
# KETIKA JANJIAN BERTEMU #
Japan: ting...tong...semuanya datang tepat pada jam yg disepakati.
Indo: salah 1 pihak pasti ada dibiarkan sampai berjamur & berkerak gara2 kelamaan nunggu!
# KETIKA BERJALAN DI PAGI HARI #
Japan: orang2 pada jalan super cepat kayak dikejar doggy, karena khawatir telat ke kantor/sekolah.
Indo: nyantai aja cing...! si boss juga paling datengnya telat!
CATATAN:
bukan bermaksud menjelek-jelekkan bangsa sendiri. saya pun sadar bahwa saya seorang Indonesia. tapi ini hanya sebagai bahan perenungan kita sebagai bangsa yang tentunya tidak mau terus terpuruk. Maju atau mundurnya suatu bangsa itu bukan dikarenakan sumber daya alam atau kecerdasan bangsanya semata, tapi lebih disebabkan oleh ATTITUDEalias sikapnya! bagaimana mau jadi juara kalau bersikap seperti pecundang? bagaimana mau jadi kaya kalau bersikap seperti orang miskin? di balik cerita ini semua, tentunya sangat banyak hal positif bangsa indonesia jika dibandingkan dengan jepang. tapi untuk apa membesar2kan semua itu jika hanya membuat kita besar kepala! terus-menerus dinina bobokan oleh ungkapan bahwa kita ini bangsa besar yg kaya sumber daya alamnya, tapi buktinya? jelas sekali bangsa ini ada masalah besar dalam hal ATTITUDE.
makanya... ayo donk berubah!!! siapa lagi yang akan melakukan perubahan itu jika bukan dimulai oleh kita sendiri?! kapan lagi melakukan perubahan itu jika tidak dimulai sekarang juga?!
for everyone
Mau tau bedanya situasi & kondisi dalam berbagai situasi di Indonesia sama Jepang?
Ini dia sebagian dari hasil riset saya, alias hasil celingak-celinguk kiri-kanan, atas-bawah, depan-belakang pengamatan saya ngeliatin tingkah orang Jepang dan orang Indonesia. Emang sih apa yang saya tulis gak bisa menggambarkan kondisi di seluruh Jepang maupun kondisi di seluruh Indonesia. Karena memang saya belum pernah sampe keliling ke seluruh pelosok Jepang, apalagi keliling Indonesia yang luasnya segede gambreng! Tapi ya lumayanlah buat bahan perenungan.
# KETIKA DI KENDARAAN UMUM #
Japan: orang2 pada baca buku atau tidur.
Indo: orang2 pada ngobrol, ngegosip, ketawa-ketiwi cekikikan, ngelamun, dan tidur.
# KETIKA MAKAN DI KENDARAAN UMUM #
Japan: sampah sisa makanan disimpan ke dalam saku celana atau dimasukkan ke dalam tas, kemudian baru dibuang setelah nemu tong sampah.
Indo: dengan wajah tanpa dosa, sampah sisa makanan dibuang gitu aja di kolong bangku/dilempar ke luar jendela.
# KETIKA DI KELAS #
Japan: yang kosong adalah bangku kuliah paling belakang.
Indo: yang kosong adalah bangku kuliah paling depan.
# KETIKA DOSEN MEMBERIKAN KULIAH #
Japan: semua mahasiswa sunyi senyap mendengarkan dengan serius.
Indo: tengok ke kiri, ada yg ngobrol. tengok ke kanan, ada yg baca komik. tengok ke belakang, pada tidur. cuman barisan depan aja yg anteng dengerin, itu pun karena duduk pas di depan hidung dosen!
# KETIKA DIBERI TUGAS OLEH DOSEN #
Japan: hari itu juga, siang/malemnya langsung nyerbu perpustakaan atau browsing internet buat cari data.
Indo: kalau masih ada hari esok, ngapain dikerjain hari ini!
# KETIKA DI MASJID HENDAK SHALAT JUMAT #
Japan: jamaah berebut duduk di shaf terdepan.
Indo: jamaah berebut nyari tempat PW (Posisi Wuenak) di deket tembok paling belakang biar bisa nyender/di bawah kipas angin biar gak kepanasan & tidurnya nyenyak.
# KETIKA TERLAMBAT MASUK KELAS #
Japan: memohon maaf sambil membungkukkan badan 90 derajat, dan menunjukkan ekspresi malu + menyesal gak akan mengulangi lagi.
Indo: slonong boy & slonong girl masuk gitu aja tanpa bilang permisi ke dosen sama sekali.
# KETIKA NONTON KONSER BAND #
Japan: walau konser band rock cadas sekalipun kayak Dai atau X-Japan, penontonnya tetap tertib & gak anarkis.
Indo: jangankan band rock, konser sekelas band Peter Pan yg lagunya cengeng aja sampe makan korban jiwa!
# KETIKA DI JALAN RAYA #
Japan: mobil sangat jarang (kecuali di kota besar). padahal jepang kan negara produsen mobil terbesar di dunia, mobilnya pada ke mana ya?
Indo: jalanan macet, sampe2 saya susah nyebrang & sering keserempet motor yg jalannya ugal-ugalan.
# KETIKA JAM KANTOR #
Japan: jalanan sepiiiii banget, kayak kota mati.
Indo: PNS pake seragam coklat2 pada keluyuran di mall-mall.
# KETIKA BUANG SAMPAH #
Japan: sampah dibuang sesuai jenisnya. sampah organik dibuang di tempat sampah khusus organik, sampah anorganik dibuang di tempat sampah anorganik.
Indo: mau organik kek, anorganik kek, bangke binatang kek, semuanya tumplek jadi 1 dalam kantong kresek.
# KETIKA BARANG ELEKTRONIK RUSAK #
Japan: langsung dibuang ke tempat sampah atau didaur ulang.
Indo: diservis! sayang kan beli mahal2, mana kreditnya belum lunas lagi!
# KETIKA BERANGKAT KE KAMPUS/SEKOLAH #
Japan: berangkat ke sekolah/kampus naik kereta/bus kota.
Indo: berangkat ke sekolah pake mobil babeh atau yg dibeliin pake duit babeh! tetep aja babeh2 juga...!
# KETIKA BERANGKAT KE KANTOR #
Japan: berangkat naik kereta/bus kota. mobil cuma dipake saat acara keluarga atau yg bersifat mendesak aja.
Indo: gengsi dooonk... masa' naik angkot?!
# KETIKA JANJIAN BERTEMU #
Japan: ting...tong...semuanya datang tepat pada jam yg disepakati.
Indo: salah 1 pihak pasti ada dibiarkan sampai berjamur & berkerak gara2 kelamaan nunggu!
# KETIKA BERJALAN DI PAGI HARI #
Japan: orang2 pada jalan super cepat kayak dikejar doggy, karena khawatir telat ke kantor/sekolah.
Indo: nyantai aja cing...! si boss juga paling datengnya telat!
CATATAN:
bukan bermaksud menjelek-jelekkan bangsa sendiri. saya pun sadar bahwa saya seorang Indonesia. tapi ini hanya sebagai bahan perenungan kita sebagai bangsa yang tentunya tidak mau terus terpuruk. Maju atau mundurnya suatu bangsa itu bukan dikarenakan sumber daya alam atau kecerdasan bangsanya semata, tapi lebih disebabkan oleh ATTITUDEalias sikapnya! bagaimana mau jadi juara kalau bersikap seperti pecundang? bagaimana mau jadi kaya kalau bersikap seperti orang miskin? di balik cerita ini semua, tentunya sangat banyak hal positif bangsa indonesia jika dibandingkan dengan jepang. tapi untuk apa membesar2kan semua itu jika hanya membuat kita besar kepala! terus-menerus dinina bobokan oleh ungkapan bahwa kita ini bangsa besar yg kaya sumber daya alamnya, tapi buktinya? jelas sekali bangsa ini ada masalah besar dalam hal ATTITUDE.
makanya... ayo donk berubah!!! siapa lagi yang akan melakukan perubahan itu jika bukan dimulai oleh kita sendiri?! kapan lagi melakukan perubahan itu jika tidak dimulai sekarang juga?!
Selasa, 05 Mei 2009
berita, cerita, cinta sejati, romantis, agama islam, pengembangan diri, karir, penulisan, blogging
* Home
* About Me
* Agamaku
* Buku Karyaku
* Konsultasi Cinta
* Lowongan Jodoh
* Lowongan Kerja
* RSS
* Tukeran link, yuk!
Taaruf, Sebuah Istilah yang Asal Keren
tags: akhwat, ikhwan, pacaran islami, sunnah nabi, taaruf, tanazhur
by M Shodiq Mustika
Pada beberapa tahun terakhir ini, ada gejala pergeseran makna taaruf. Ada kecenderungan, taaruf tidak lagi diartikan menurut makna asli yang terkandung dalam Al-Quran, surah al-Hujurât [49], ayat 13: “Hai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku li ta‘ârafû (supaya kamu saling kenal). …. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
Jadi, makna asli istilah taaruf itu adalah proses saling kenal dengan siapa pun selama hayat dikandung badan. Namun sekarang, ada banyak ikhwan yang bilang, “taaruf adalah perkenalan antara seorang ikhwan dan seorang akhwat yang akan menikah.” Bahkan, ada tak sedikit akhwat yang ngomong, “taaruf adalah proses pendekatan selama maksimal tiga bulan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang akan menikah.” Aneh, ya? (Bukan hanya aneh, malah bisa jadi bid’ah sesat.)
Gimana nggak aneh? Bayangin aja. Mereka batasi makna taaruf hanya untuk pendekatan ketika akan menikah. Itu pun selama maksimal tiga bulan saja. Mereka dengung-dengungkan istilah taaruf dengan makna yang agak menyimpang dari makna yang terkandung dalam Al-Quran, surah al-Hujurât [49], ayat 13. Padahal, mereka kan rajin membaca Al-Quran. Tekun pula menyimak terjemahnya dan mengkaji isinya.
Lantas, apakah mereka itu asal beda? Asal pake istilah dari bahasa Arab biar kedengaran Islami? Ataukah asal keren?
Gak usahlah kita berprasangka buruk kepada mereka. Mending kita berprasangka baik bahwa sesungguhnya sudah ada kata-kata khas yang digunakan oleh Allah dan/atau Rasul-nya ketika membicarakan perlunya pendekatan antara laki-laki dan perempuan yang hendak segera menikah. Kita cari yuuuk!
Kalau kata-kata khas tersebut seakar dengan istilah taaruf (seperti pada Al-Quran, surah al-Hujurât [49], ayat 13), maka istilah “taaruf pranikah” lebih elok daripada “taaruf” supaya tersedia ruang yang lapang bagi jenis-jenis taaruf lainnya. Seandainya kata-kata khas tersebut tidak seakar dengan istilah taaruf, kita dapat memanfaatkannya untuk merumuskan istilah lain yang lebih tepat.
Dari ayat-ayat Al-Quran, aku belum menemukan kata-kata khas yang dimaksud itu. What about you?
Dari hadits-hadits Nabi yang shahih, aku telah menemukannya! Alhamdu lillaah…. Mo tau? Gini niy….
Istilah Lain Yang Lebih Tepat
Di kitab Abdul Halim Abu Syuqqah, Tahrîr al-Mar’at (kitab ini menghimpun hadits-hadits shahih mengenai hubungan pria-wanita), aku jumpai enam hadits shahih mengenai perlunya “pendekatan” antara laki-laki dan perempuan yang hendak segera menikah. (Lihat Abdul Halim Abu Syuqqah, Kebebasan Wanita (Jakarta: Gema Insani Press, 1999), hlm. 53-56.)
Di situ, ada satu kata khas yang selalu muncul pada keenam hadits tersebut. Apakah kata khas ini seakar dengan istilah “taaruf” (saling kenal)?
Tidak. Istilah taaruf atau pun kata-kata yang seakar dengannya tidak pernah muncul di situ. Kata khas yang muncul adalah “nazhar”. Kemunculannya berbentuk kata kerja “yanzhuru” (memperhatikan) dan kata perintah “unzhur” (perhatikanlah).
Nah! Dari situ kita jadi ngeh, ternyata kita tidak diperintahkan untuk sekadar “taaruf” (saling kenal) bila hendak segera menikah. Yang disyariatkan dalam keadaan ini adalah “tanazhur” (saling memperhatikan).
Terus, apakah kata “nazhar” itu eksklusif khusus bagi yang hendak segera menikah?
Enggak juga. Contohnya, dalam suatu riwayat yang ngetop dikabarin, Ali r.a. berwasiat: “Unzhur mâ qâla wa lâ tanzhur man qâla.” (Perhatikanlah apa yang dikatakan dan janganlah kau perhatikan siapa yang mengatakan.)
Jadi, buat ngebedain ama jenis-jenis tanazhur lainnya, istilah yang lebih tepat untuk “pendekatan” antara laki-laki dan perempuan yang hendak segera menikah adalah TANAZHUR PRANIKAH.
Mungkin bagi sebagian orang di antara kita, istilah “tanazhur pranikah” ini kedengarannya kurang keren ketimbang “taaruf” atau pun “taaruf pranikah”. Namun, kita memilih istilah bukan lantaran asal keren, ‘kan?
* Home
* About Me
* Agamaku
* Buku Karyaku
* Konsultasi Cinta
* Lowongan Jodoh
* Lowongan Kerja
* RSS
* Tukeran link, yuk!
Taaruf, Sebuah Istilah yang Asal Keren
tags: akhwat, ikhwan, pacaran islami, sunnah nabi, taaruf, tanazhur
by M Shodiq Mustika
Pada beberapa tahun terakhir ini, ada gejala pergeseran makna taaruf. Ada kecenderungan, taaruf tidak lagi diartikan menurut makna asli yang terkandung dalam Al-Quran, surah al-Hujurât [49], ayat 13: “Hai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku li ta‘ârafû (supaya kamu saling kenal). …. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”
Jadi, makna asli istilah taaruf itu adalah proses saling kenal dengan siapa pun selama hayat dikandung badan. Namun sekarang, ada banyak ikhwan yang bilang, “taaruf adalah perkenalan antara seorang ikhwan dan seorang akhwat yang akan menikah.” Bahkan, ada tak sedikit akhwat yang ngomong, “taaruf adalah proses pendekatan selama maksimal tiga bulan antara seorang laki-laki dan seorang perempuan yang akan menikah.” Aneh, ya? (Bukan hanya aneh, malah bisa jadi bid’ah sesat.)
Gimana nggak aneh? Bayangin aja. Mereka batasi makna taaruf hanya untuk pendekatan ketika akan menikah. Itu pun selama maksimal tiga bulan saja. Mereka dengung-dengungkan istilah taaruf dengan makna yang agak menyimpang dari makna yang terkandung dalam Al-Quran, surah al-Hujurât [49], ayat 13. Padahal, mereka kan rajin membaca Al-Quran. Tekun pula menyimak terjemahnya dan mengkaji isinya.
Lantas, apakah mereka itu asal beda? Asal pake istilah dari bahasa Arab biar kedengaran Islami? Ataukah asal keren?
Gak usahlah kita berprasangka buruk kepada mereka. Mending kita berprasangka baik bahwa sesungguhnya sudah ada kata-kata khas yang digunakan oleh Allah dan/atau Rasul-nya ketika membicarakan perlunya pendekatan antara laki-laki dan perempuan yang hendak segera menikah. Kita cari yuuuk!
Kalau kata-kata khas tersebut seakar dengan istilah taaruf (seperti pada Al-Quran, surah al-Hujurât [49], ayat 13), maka istilah “taaruf pranikah” lebih elok daripada “taaruf” supaya tersedia ruang yang lapang bagi jenis-jenis taaruf lainnya. Seandainya kata-kata khas tersebut tidak seakar dengan istilah taaruf, kita dapat memanfaatkannya untuk merumuskan istilah lain yang lebih tepat.
Dari ayat-ayat Al-Quran, aku belum menemukan kata-kata khas yang dimaksud itu. What about you?
Dari hadits-hadits Nabi yang shahih, aku telah menemukannya! Alhamdu lillaah…. Mo tau? Gini niy….
Istilah Lain Yang Lebih Tepat
Di kitab Abdul Halim Abu Syuqqah, Tahrîr al-Mar’at (kitab ini menghimpun hadits-hadits shahih mengenai hubungan pria-wanita), aku jumpai enam hadits shahih mengenai perlunya “pendekatan” antara laki-laki dan perempuan yang hendak segera menikah. (Lihat Abdul Halim Abu Syuqqah, Kebebasan Wanita (Jakarta: Gema Insani Press, 1999), hlm. 53-56.)
Di situ, ada satu kata khas yang selalu muncul pada keenam hadits tersebut. Apakah kata khas ini seakar dengan istilah “taaruf” (saling kenal)?
Tidak. Istilah taaruf atau pun kata-kata yang seakar dengannya tidak pernah muncul di situ. Kata khas yang muncul adalah “nazhar”. Kemunculannya berbentuk kata kerja “yanzhuru” (memperhatikan) dan kata perintah “unzhur” (perhatikanlah).
Nah! Dari situ kita jadi ngeh, ternyata kita tidak diperintahkan untuk sekadar “taaruf” (saling kenal) bila hendak segera menikah. Yang disyariatkan dalam keadaan ini adalah “tanazhur” (saling memperhatikan).
Terus, apakah kata “nazhar” itu eksklusif khusus bagi yang hendak segera menikah?
Enggak juga. Contohnya, dalam suatu riwayat yang ngetop dikabarin, Ali r.a. berwasiat: “Unzhur mâ qâla wa lâ tanzhur man qâla.” (Perhatikanlah apa yang dikatakan dan janganlah kau perhatikan siapa yang mengatakan.)
Jadi, buat ngebedain ama jenis-jenis tanazhur lainnya, istilah yang lebih tepat untuk “pendekatan” antara laki-laki dan perempuan yang hendak segera menikah adalah TANAZHUR PRANIKAH.
Mungkin bagi sebagian orang di antara kita, istilah “tanazhur pranikah” ini kedengarannya kurang keren ketimbang “taaruf” atau pun “taaruf pranikah”. Namun, kita memilih istilah bukan lantaran asal keren, ‘kan?
Rabu, 22 April 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
